Jumat, 09 Februari 2018

Difteri

Pengertian Difteri 
Difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa.
Menurut World Health Organization (WHO), tercatat ada 7.097 kasus difteri yang dilaporkan di seluruh dunia pada tahun 2016. Di antara angka tersebut, Indonesia turut menyumbang 342 kasus. Sejak tahun 2011, kejadian luar biasa (KLB) untuk kasus difteri menjadi masalah di Indonesia. Tercatat 3.353 kasus difteri dilaporkan dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2016 dan angka ini menempatkan Indonesia menjadi urutan ke-2 setelah India dengan jumlah kasus difteri terbanyak. Dari 3.353 orang yang menderita difteri, dan 110 di antaranya meninggal dunia. Hampir 90% dari orang yang terinfeksi, tidak memiliki riwayat imunisasi difteri yang lengkap.
Difteri termasuk salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dan imunisasi terhadap difteri termasuk ke dalam program imunisasi wajib pemerintah Indonesia. Imunisasi difteri yang dikombinasikan dengan pertusis (batuk rejan) dan tetanus ini disebut dengan imunisasi DTP. Sebelum usia 1 tahun, anak diwajibkan mendapat 3 kali imunisasi DTP. Cakupan anak-anak yang mendapat imunisasi DTP sampai dengan 3 kali di Indonesia, pada tahun 2016, sebesar 84%. Jumlahnya menurun jika dibandingkan dengan cakupan DTP yang pertama, yaitu 90%.

Penyebab Difteri 
Difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae.  Penyebaran bakteri ini dapat terjadi dengan mudah, terutama bagi orang yang tidak mendapatkan vaksin difteri. Ada sejumlah cara penularan yang perlu diwaspadai, seperti:
  • Terhirup percikan ludah penderita di udara saat penderita bersin atau batuk. Ini merupakan cara penularan difteri yang paling umum.
  • Barang-barang yang sudah terkontaminasi oleh bakteri, contohnya mainan atau handuk.
  • Sentuhan langsung pada luka borok (ulkus) akibat difteri di kulit penderita. Penularan ini umumnya terjadi pada penderita yang tinggal di lingkungan yang padat penduduk dan kebersihannya tidak terjaga.
Bakteri difteri akan menghasilkan racun yang akan membunuh sel-sel sehat dalam tenggorokan, sehingga akhirnya menjadi sel mati. Sel-sel yang mati inilah yang akan membentuk membran (lapisan tipis) abu-abu pada tenggorokan. Di samping itu, racun yang dihasilkan juga berpotensi menyebar dalam aliran darah dan merusak jantung, ginjal, serta sistem saraf.

Gejala Difteri 
Difteri umumnya memiliki masa inkubasi atau rentang waktu sejak bakteri masuk ke tubuh sampai gejala muncul 2 hingga 5 hari. Gejala-gejala dari penyakit ini meliputi:
  • Terbentuknya lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel.
  • Demam dan menggigil.
  • Sakit tenggorokan dan suara serak.
  • Sulit bernapas atau napas yang cepat.
  • Pembengkakan kelenjar limfe pada leher.
  • Lemas dan lelah.
  • Pilek. Awalnya cair, tapi lama-kelamaan menjadi kental dan terkadang bercampur darah.
Difteri juga terkadang dapat menyerang kulit dan menyebabkan luka seperti borok (ulkus). Ulkus tersebut akan sembuh dalam beberapa bulan, tapi biasanya akan meninggalkan bekas pada kulit.

Diagnosis dan Pengobatan Difteri

Untuk menegakkan diagnosis difteri, awalnya dokter akan menanyakan beberapa hal seputar gejala yang dialami pasien. Dokter juga dapat mengambil sampel dari lendir di tenggorokan, hidung, atau ulkus di kulit untuk diperiksa di laboratorium.
Apabila seseorang diduga kuat tertular difteri, dokter akan segera memulai pengobatan, bahkan sebelum ada hasil laboratorium. Dokter akan menganjurkannya untuk menjalani perawatan dalam ruang isolasi di rumah sakit. Lalu langkah pengobatan akan dilakukan dengan 2 jenis obat, yaitu antibiotik dan antitoksin.
Bagi penderita yang mengalami kesulitan bernapas karena hambatan membran abu-abu dalam tenggorokan, dokter akan menganjurkan proses pengangkatan membran. Sedangkan penderita difteri dengan gejala ulkus pada kulit dianjurkan untuk membersihkan bisul dengan sabun dan air secara seksama.
Selain penderita, orang-orang yang berada di dekatnya juga disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter karena penyakit ini sangat mudah menular. Misalnya, keluarga yang tinggal serumah atau petugas medis yang menangani pasien difteri.
Dokter akan menyarankan mereka untuk menjalani tes dan memberikan antibiotik. Terkadang vaksin difteri juga kembali diberikan jika dibutuhkan. Hal ini dilakukan guna meningkatkan proteksi terhadap penyakit ini.

omplikasi Difteri

Pengobatan difteri harus segera dilakukan untuk mencegah penyebaran sekaligus komplikasi yang serius, terutama pada penderita anak-anak. Diperkirakan 1 dari 5 penderita balita dan lansia di atas 40 tahun meninggal dunia akibat komplikasi difteri.
Jika tidak diobati dengan cepat dan tepat, toksin dari bakteri difteri dapat memicu beberapa komplikasi yang berpotensi mengancam jiwa. Beberapa di antaranya meliputi:
  • Masalah pernapasan. Sel-sel yang mati akibat toksin yang diproduksi bakteri difteri akan membentuk membran abu-abu yang dapat menghambat pernapasan. Partikel-partikel membran juga dapat luruh dan masuk ke paru-paru. Hal ini berpotensi memicu reaksi peradangan pada paru-paru sehingga fungsinya akan menurun secara drastis dan menyebabkan gagal napas.
  • Kerusakan jantung. Selain paru-paru, toksin difteri berpotensi masuk ke jantung dan menyebabkan peradangan otot jantung atau miokarditis. Komplikasi ini dapat menyebabkan masalah, seperti detak jantung yang tidak teratur, gagal jantung, dan kematian mendadak.
  • Kerusakan saraf. Toksin dapat menyebabkan penderita mengalami masalah sulit menelan, masalah saluran kemih, paralisis atau kelumpuhan pada diafragma, serta pembengkakan saraf tangan dan kaki. Paralisis pada diafragma akan membuat pasien tidak bisa bernapas sehingga membutuhkan alat bantu pernapasan atau respirator. Paralisis diagfragma dapat terjadi secara tiba-tiba pada awal muncul gejala atau berminggu-minggu setelah infeksi sembuh. Karena itu, penderita difteri anak-anak yang mengalami komplikasi umumnya dianjurkan untuk tetap di rumah sakit hingga 1,5 bulan.
  • Difteri hipertoksik. Komplikasi ini adalah bentuk difteria yang sangat parah. Selain gejala yang sama dengan difteri biasa, difteri hipertoksik akan memicu pendarahan yang parah dan gagal ginjal.

Pencegahan Difteri dengan Vaksinasi

Langkah pencegahan paling efektif untuk penyakit ini adalah dengan vaksin. Pencegahan difteri tergabung dalam vaksin DTP. Vaksin ini meliputi difteri, tetanus, dan pertusis atau batuk rejan.
Vaksin DTP termasuk dalam imunisasi wajib bagi anak-anak di Indonesia. Pemberian vaksin ini dilakukan 5 kali pada saat anak berusia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, satu setengah tahun, dan lima tahun. Selanjutnya dapat diberikan booster dengan vaksin sejenis (Tdap/Td) pada usia 10 tahun dan 18 tahun. Vaksin Td dapat diulangi setiap 10 tahun untuk memberikan perlindungan yang optimal.
Apabila imunisasi DTP terlambat diberikan, imunisasi kejaran yang diberikan tidak akan mengulang dari awal. Bagi anak di bawah usia 7 tahun yang belum melakukan imunisasi DTP atau melakukan imunisasi yang tidak lengkap, masih dapat diberikan imunisasi kejaran dengan jadwal sesuai anjuran dokter anak Anda. Namun bagi mereka yang sudah berusia 7 tahun dan belum lengkap melakukan vaksin DTP, terdapat vaksin sejenis yang bernama Tdap untuk diberikan.

Kamis, 11 Mei 2017

GALERY















HERLINA HELWYS_XI AP1_2017

Pengertian Sepatu,Definisi Sepatu,Penjelasan tentang Sepatu


            Orang-orang banyak yang menggunakan sepatu, dari anak-anak, dewasa, orang tua, ibu-ibu, bapak-bapak, kakek-nenek, sudah menggunakan sepatu. Mulai untuk ke pesta, ke sekolah, ke pasar, ke rumah temen, berwisata dan tempat-tempat lainnya, sudah biasa menggunakan sepatu. Jadi sepatu kini sudah menjadi kebutuhan semua orang, untuk bergaya, olahraga, maupun untuk sekedar melindungi kaki. Banyang pula yang search di google sepatu model terbaru, model sepatu 2015, sepatu terbaik 2015,sepatu murah 2015,dll.

Namun apakah semua orang itu bisa menjawab kalau ditanya “apa pengertiansepatu?”,mungkin ada yang bisa menjawab,tapi tidak semua. Di sini, di blog ini, saya akan membahas apa pengertian sepatu? Apa itu sepatu?

Sepatu merupakan suatu jenis alas kaki (footwear) yang biasanya terdiri bagian-bagian kap(tutup), tali, sol, hak, dan lidah. Normalnya, ukuran sepatu mengikuti beberapa standar, dan standar tersebut berbeda di seluruh dunia. Penentuan ukuransepatu pada umumnya menggunakan Brannock supaya pas dan hasil sepatu tidak terlalu kecil atau terlalu besar.

Sepatu dibuat oleh pengrajin sepatu, sedangkan ahli reparasi sepatu dijuluki tukang sol sepatu. Bahan-bahan untuk sepatu di antaranya adalah karet, kulit, tekstil, dan lain sebagainya (Akan Dibahas pada Post selanjutnya). Sepatu bisa dibuat secara tradisional, yaitu dibuat pengrajin hanya dengan menggunakan peralatan sederhana seperti pisau, jarum, dan benang. Juga bisa dibuat secara modern, dengan menggunakan mesin-mesin canggih di pabrik. Tentunya buatan pabrik akan lebih cepat dan lebih bagus hasilnya.

Pemakain sepatu biasanya didahului dengan penggunaan kaus kaki atau stoking, agar kaki tidak lecet, dan kaki terasa nyaman. Selain itu, kaus kaki berfungsi sebagai penyerap keringat dan kelembapan sehingga kaki lebih bersih dan higienis. 

Senin, 27 Februari 2017

BYUN BAEKHYUN

Byun Baek-hyun (lahir 6 Mei 1994; umur 22 tahun), lebih dikenal secara mononim sebagai Baekhyun adalah penyanyi dan aktorKorea Selatan. Ia adalah anggota dari grup penyanyi laki-laki Korea Selatan EXO dan sub-unitnya EXO-CBX.
Baekhyun lahir di Bucheon, Gyeonggi, Korea Selatan pada 6 Mei 1992. Keluarganya terdiri dari orang tua dan seorang kakak laki-laki yang lebih tua 7 tahun darinya bernama Byun Baek-beom. Ia berlatih untuk menjadi penyanyi pada usia 11 tahun, terinspirasi oleh penyanyi Korea Selatan Rain.









Senin, 09 Januari 2017

LIBURAN AKHIR TAHUN

Liburan kali ini saya menginap di rumah nenek. saya dan sepupu pergi jalan ke Grand Indonesia Mall. besoknya kami dirumah nonton drama korea nonstop 24 jam. saya, sepupu, beserta tante saya pergi menghadiri acara pernikahan sodara jauh tante saya. saya pulang kerumah saya, besoknya saya dan teman saya nyari PKL didaerah serpong. setelah dapat PKL, saya langsung pergi lagi kerumah nenek. saya dan sepupu pergi ke bintaro sektor 7. nonton drama korea (lagi) dan main game SuperStarSM. malem tahun baru saya video call'an sama dinar, setelah itu saya tidur. besok nya saya, sepupu, dan tante saya pergi mengunjungi rumah om saya di bogor dengan menggunakan kereta. pulang dari bogor saya dan sepupu jalan ke Blok M Square. dan saya pun pulang kerumah saya dengan selamat. tanggal 5 januari sudah masuk sekolah, lalu pembagian rapot, nilai saya alhamdulillah memuaskan. 

sekian liburan dari saya dan semoga liburan berikutnya akan lebih menarik.